Dipublikasikan: 2024-01-30 14:54

Pemanfaatan Gedebog Pisang sebagai Pakan Ternak Melalui Proses Fermentasi

Fermentasi adalah teknik pengolahan yang mengubah bahan mentah menjadi pakan siap pakai untuk ternak dengan menggunakan mikroorganisme tertentu. Proses biologis ini terjadi karena aktivitas mikroba fermentasi pada substrat organik yang sesuai, mengakibatkan perubahan sifat komponen pakan. Dikenal sebagai "gedebog" dalam bahasa Jawa atau lebih umum dikenal sebagai batang pisang, bahan ini telah diidentifikasi sebagai pakan alternatif yang berharga untuk ternak ruminansia. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi gedebog pisang, yang mencapai Komponen Kering (KK) 87,7%, Abu 25,12%, Serat Kasar (SK) 14,23%, Protein Kasar (PK) 3,01%, Ekstrak Eter (EE) 29,40%, dan Ekstrak Nitrogen-Free (BETN) 28,24%.
Namun, analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa kandungan serat kasar tinggi dan nilai protein kasarnya rendah, menunjukkan bahwa gedebog pisang tidak optimal sebagai pakan ternak tunggal, terutama jika menjadi komponen utama dalam ransum. Oleh karena itu, untuk meningkatkan penggunaannya, gedebog pisang sebaiknya ditambahkan dengan bahan-bahan lain yang berkualitas tinggi.
Selain itu, batang pisang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga perlu dijemur selama 1-2 hari untuk mengurangi kadar airnya menjadi 60-70%. Proses fermentasi melibatkan campuran gedebog pisang dengan bahan-bahan seperti pohon pisang (60-70 kg), ampas tahu (20 kg), katul (5-6 kg), garam (0,2 kg), tetes tebu/gula pasir (0,5 liter / 0,5 kg), Biometer (30 cc), dan air (3 hingga 5 liter), tergantung tingkat keringnya bahan
"Proses fermentasi melibatkan langkah-langkah berikut:

Batang pisang yang sudah dipanen atau belum produktif dibersihkan, dipotong kecil-kecil dengan ukuran 3-5 cm, dan dijemur selama dua hari hingga layu.

Timbang 60 kg gedebog pisang yang sudah kering, tambahkan 10 kg ampas tahu yang sudah dikeringkan dan 6 kg katul.

Campur bahan dengan larutan tetes tebu, air, dan EM4, serta taburi dengan garam sebanyak 0,2 kg. Aduk hingga merata dan homogen.

Masukkan campuran ke dalam drum fermentasi, padatkan, dan rapatkan penutupnya agar kedap udara (anaerob) selama 21 hari.

"
Meskipun memerlukan waktu dan tenaga, metode ini telah berhasil diimplementasikan oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, membuka peluang baru untuk pakan alternatif yang berkelanjutan di Indonesia.
Sumber: https://peternakan.polbangtanyoma.ac.id/pakan-alternatif-dari-gedebog-pisang-untuk-ternak-ruminansia/

Domba breeding
peternakan
domba
breeding. pemula
memulai
pisan
gedebong pisang
Berita Lainnya